Siapa Bilang Radio Cuma Bisa Didengar?

Peran masyarakat bukan lagi sekedar followersegala informasi yang disajikan oleh media, khususnya radio. Kini justru masyarakat punya kekuatan untuk turut serta menyampaikan berita bagi banyak orang. Keunikan inilah yang diangkat oleh Program Pascasarjana dalam kuliah tamu “Change Management” bertajuk The Power of Influence Through Citizenship Journalism.

Errol Jonathan, CEO Suara Surabaya (SS) hadir sebagai pembicara, didampingi oleh  moderator Prof. Anita Lie, Ed.D selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Bertempat di Auditorium A201 Kampus Dinoyo UKWMS pada Selasa (28/10), Errol mengupas rahasia sukses manajemen yang dilakukan oleh SS Radio dihadapan puluhan mahasiswa.

Topik mengenai citizen journalism menjadi menarik dibawakan oleh Errol, sebab SS sudah sejak lama menerapkan prinsip jurnalisme ini lewat divisi khusus yang diberi nama Gatekeeper (penyaring informasi di media). Citizen journalism memposisikan khalayak pendengar sebagai kontributor informasi, mereka bisa melaporkan informasi terkini dan mampu beropini, sekaligus berperan sebagai alat kontrol sosial selama 24 jam sehari.

Kemajuan jurnalisme tersebut membuat radio yang dahulu hanya satu arah dan dianggap ketinggalan jaman, kini berubah menjadi medium primer dalam situasi darurat dan sebagai kompas panduan dalam keadaan khusus. Dengan begitu radio dianggap menjalankan 3 dimensi fungsi sekaligus, yakni fungsional, sosial, dan mental spritual.

“Sekarang bukan sekedar mendengar radio, tapi sampai pada tahap mengakses radio. Radio kini bisa diakses dengan berbagai macam pintu masuk atau multi platform. Citizen journalism pun sekarang sudah multi media,” jelas Pakar Radio Broadcast di Surabaya ini.

Laporan pendengar tidak hanya bisa dilakukan lewat suara saja, namun sudah terfasilitasi dalam bentuk gambar maupun teks dengan menggabungkan kekuatan radio dan kecanggihan internet (radio 2.0). Serupa dengan manajemen SS yang terus mengembangkan konsepNew-2 Media (baca: new new media), dengan memainkan unsurcitizen journalismmany to manysocial media, information technology.

Begitu menakjubkan kekuatan radio bersama laporan pendengarnya, sehingga diakhir acara peserta tertarik menjadi bagian dari kesuksesan SS dan tergelitik untuk bertanya lebih lanjut. “Bagaimana cara melamar kerja di SS? karena sekarang bagi saya radio merupakan media yang luar biasa, benar-benar interaktif dan solutif memfasilitasi pendengar sebagai wartawan,” ujar Frans salah satu peserta program pascasarjana UKWMS asal Atambua.

Menurut Errol dengan berkembangnya teknologi dan dinamisnya dunia penyiaran, stasiun radio dituntut untuk terus bisa berinovasi dan tidak menjadi follower. Radio bisa membentuk suatu masyarakat yang lebih peka pada situasi di sekitarnya. (Lena)

Leave A Comment