Berburu Gelar Doktor di Surabaya, Adolmando Kembali ke Timor Leste

KBRN, Surabaya : Program Studi Doktor Ilmu Manajemen kembali melaksanakan Ujian Terbuka bagi doktor kedua dari Timor Leste, Adolmando Soares Amaral, Lic.Eco., M.M. yang berlangsung di Auditorium lantai satu, kampus Universitas Katolik  Widya Mandala Surabaya Pakuwon City.
Adolmando membuat disertasi yang berjudul Pengaruh Pembelajaran Organisasional, Lingkungan Eksternal dan Citra PTS Terhadap Kinerja PTS Melalui Kompetensi PTS Sebagai Variabel Intervening di Timor-Leste. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sejumlah 9 PTS.

Penelitian ini memberikan masukan secara teoritis manajerial. Pada tataran teoritis, studi ini mendukung penelitian-penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa pembelajaran organisasi, lingkungan eksternal, dan citra PTS mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap terbentuknya kompetensi PTS.

Pada tataran manajerial, studi ini memberi sumbangan kepada para pimpinan PTS untuk selalu melakukan pembelajaran organisasi, mencermati dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan eksternal, dan menciptakan citra PTS yang baik demi terbentuknya kompetensi PTS yang unggul dalam upaya meningkatkan kinerja PTS yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Adolmando yang berhasil menempuh studi program doktoral selama 3 tahun merupakan dosen tetap pada Fakultas Ekonomi Universidade da Paz (UNPAZ).

“Disertasi ini merupakan sebuah wujud pemberdayaan diri untuk sampai pada sebuah perjuangan yang tidak ada ujungnya. Ada pergulatan pada perjalanan hingga disertasi ini selesai, tapi hal itu memberikan makna yang cukup dalam,” ujar pria kelahiran Ermera, Timor Leste ini, Senin (13/10/2014).

Adolmando mempunyai sebuah kutipan yang memberikannya semangat sampai jelang final disertasi.

“Ada sebuah obituari yang terukir di sebuah makam di Westminser Abbey, Inggris 110 M. Bunyinya kira-kira seperti ini: Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku sendiri, maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan, aku bisa megubah keluargaku. Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku. Kemudian, siapa tahu aku bahkan mengubah dunia,” ungkap Adolmando. (Anik/HF)

http://www.rri.co.id/post/berita/110897/sorotan_kampus/berburu_gelar_doktor_di_surabaya_adolmando_kembali_ke_timor_leste.html

Leave A Comment